DPD MAPANCAS LANGKAT TUNTUT PENYELIDIKAN MENYELURUH, DIDUGA KERNET KEMUDIKAN TRUK MAUT YANG TEWASKAN WARGA BESILAM


Langkat — 

Dewan Pimpinan Daerah Mahasiswa Pancasila (DPD MAPANCAS) Kabupaten Langkat menuntut aparat kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan dua warga Besilam di wilayah Batu 10 Tanjung Selamat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (26/3/2026) sore, yang membuat masyarakat Batu 10 Tanjung Selamat mendadak heboh. Kecelakaan itu diduga melibatkan sebuah dump truk yang menabrak sepasang kekasih hingga meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua korban diduga merupakan pasangan kekasih yang bahkan direncanakan akan menikah dalam waktu dekat. Kejadian memilukan tersebut menyita perhatian masyarakat dan para pengendara yang melintas di lokasi kejadian.

Video peristiwa itu juga beredar luas dan menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak salah satu korban tergeletak di tengah jalan dan ditutupi kain sarung, sementara personel kepolisian terlihat telah berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu korban diketahui bernama Arika Sahfitri (24), warga Dusun I Tambusai Besilam, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Korban dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban laki-laki lainnya yang identitasnya belum diketahui, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPD MAPANCAS Kabupaten Langkat, Ahmad Zulfahmi Fikri, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang merenggut dua nyawa warga Besilam tersebut.

Menurut Ahmad Zulfahmi Fikri, pihaknya meminta Polres Langkat untuk mengusut secara serius dugaan kelalaian dalam peristiwa tersebut. Pasalnya, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa kendaraan dump truk saat kejadian diduga dikemudikan oleh kernet, bukan oleh sopir utama.

Selain itu, muncul pula dugaan bahwa sopir dump truk berada dalam kondisi tidur saat kendaraan berjalan. Atas dasar informasi tersebut, Ahmad Zulfahmi Fikri mendesak pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk melakukan tes urin terhadap sopir dump truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Kami dari DPD MAPANCAS Langkat sangat prihatin atas kejadian yang menewaskan warga Besilam ini. Kami meminta Polres Langkat agar mengusut tuntas siapa yang sebenarnya mengemudikan kendaraan tersebut saat kejadian, serta memeriksa seluruh pihak yang bertanggung jawab,” tegas Ahmad Zulfahmi Fikri.

Lebih lanjut, ia juga meminta agar pihak perusahaan pemilik kendaraan turut diperiksa guna memastikan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran dalam operasional kendaraan tersebut.

Diketahui, dump truk yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut merupakan milik perusahaan pengolahan CPO bernama CCM OIL. Oleh karena itu, DPD MAPANCAS Langkat meminta agar pihak perusahaan juga bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Ahmad Zulfahmi Fikri menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti lalai atau melanggar hukum harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku, demi memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban.

Selain itu, pihaknya juga berharap aparat kepolisian dapat mengungkap fakta sebenarnya secara transparan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.(Putra)

Posting Komentar

0 Komentar